Dan Orang memanggilku FERI



Saturday, February 26, 2005
Kisah Cintaku III

KAU TOLAK CINTAKU DENGAN BASMALLAH III

(Episode Pendek Surat untuk Neni)

Lima tahun berlalu...........................semenjak Neni menolakku.....
Sebuah surat untuknya melayang lewat email. Sebuah surat keselamatan atas pernikahannya. dan bekas luka itu seolah memerih sesaat.

 

Assalamu alaikum wr.rwb.

 

Senang sekali bisa trima surat lagi dari Mbak Neni. Sekarang keadaannya mungkin dah laen, sudah bersama suami tercinta. Ha..ha.. saya jadi iri, (tambah broken kali..he..he, bercanda). Undangan dah saya terima, imut dan indah banget. Tapi mohon maaf karena saya masih di Solo dan tidak bisa mengambil ijin untuk menghadirinya, karena saya rencanakan bulan ini ada tiga hari ijin yang lain yang masih berkaitan dengan Endang. Bagaimanapun selamat atas pernikahan dan selamat menempuh hidup baru.

Ehm, (sekarang serius).Ada nada yang agak beda dari surat njenengan dibandingkan dengan surat yang kemarin dulu. Selalu dan senantiasa surat atau tulisan njenengan mengandung unsur menggurui, menasehati atau bahkan mendikte, mengarahkan pikiran orang. Mungkin ini yang diderita bangsa fakultas psikologi.Tetapi pada surat yang personal untuk saya, saya merasa diorangkan dan lebih didaulat sebagai lawan bicara yang sederajat. Itu. Dan itu lebih enak untuk saya.

Mbak tahu, Ada perasaan kehilangan dari diri saya ketika orang-orang yang ada di sekitar saya menikah: Hida, Nurul, Ayu, Arief Anwar, Hardoyo, Ade, dan kemudian banyak lagi. Perasaan ini bukan rasa patah hati ataupun merasa dinomor duakan. Tetapi perasaan ini lebih pada adanya sesuatu yang hilang pada hidup saya yang kemudian direnggut oleh orang lain. Mungkin mereka masih di sekitar saya, tetapi perasaan saya mengatakan bahwa mereka sudah berada di dunia lain. Termasuk ketika mendengar anda menikah, saya merasakan hal yang sama, bahkan ketika kita sudah sekian tahun tidak membuka katub-katub komunikasi. Mereka: derita maupun sukanya, bahagia maupun sedihnya adalah ruang dimana saya tidak bisa lagi turut campur dan merasai (empati). Pun ketika berbarengan mendengar Hermawan menikah. Itu makannya saya sering tidak bisa hadir manakala teman-teman saya menikah. Sekalipun untuk anda saya punya alasan berbeda, tetapi itu menjadi bagian dari alasan saya untuk menghindari setiap acara pernikahan teman-teman.Saya minta maaf. Saya akan terlihat bersedih dan kehilangan mereka, kehilangan anda.

Saya tidak tahu bagaimana dengan mereka, apakah mereka juga merasai demikian ataukah tidak, bahwa saya menerima luka mendalam ketika melepaskan orang-orang yang saya cintai untuk menikah dengan orang lain.Mungkin baru kali ini saya cerita dengan seseorang: anda.Bisa jadi bahwa orang-orang itu tidak pernah tahu, ataupun lebih diliputi perasaan bahagia dengan jodoh mereka daripada dengan saya, yang pasti itu hanya saya rasakan sendiri.

Lihat Arif Anwar, sekarang pun saya dan dia sudah tidak ada waktu banyak untuk ngobrol dan komunikasi. Atau siapa lagi yang dah nikah. Yah,,,mereka sudah ada di dunia lain. Istri dan anaknya. Njenengan barangkali dengan suami njenengan. Inilah mungkin perasaan orang tua ketika melepas pernikahan anaknya. Sakit meskipun dia berada tidak jauh dari dia. Yah.

Sekalipun begitu, saya sadar sepenuhnya bahwa itu sudah menjadi suratan Allah yang tidak bisa diutik-utik. Mereka menjalankan ibadah, anda menjalankan ibadah, dan saya tidak boleh cemburu sama Allah yang menyatukan mereka-mereka itu dengan lawan jenisnya. Dengan dunianya.

Kepada anda, saya ucapkan selamat berpisah, karena saya yakin segalanya pasti berbeda dan tidak bisa seperti dulu lagi. Tidak bisa lagi membuat anda menangis, tidak bisa membuat anda sebel, tidak bisa ngerjain anda lagi, tidak bisa bentrok lagi sama anda, tidak bisa nesu-nesuan lagi. Dan saya akan menjadi orang yang menipu diri saat berpapasan dengan anda untuk menyapa dan basa-basi tanpa ada lagi keisengan, karena menghormati suami anda. Selamat berpisah dan semoga berbahagia. Mohon maaf yang sangat mendalam selama umur saya bersama dengan anda, dan percayalah saya sungguh merasa kehilangan dengan anda sebagaimana kehilangan orang-orang yang dekat dengan saya.(kalau soal anda tidak jodoh  dengan saya, itu sudah saya pahami sejak lama, tidak perlu dijlentrehkan pun saya paham)Selamat datang di dunia anda yang baru.Dan selamat jalan. Saya masih menunggu pengalaman-pengalaman yang Njenengan punyai besok, dengan sangat senang hati saya akan mendengarkan kalo anda mau share, walaupun saya tahu  kalo saya agak berat untuk share dengan anda, baik karena status anda maupun karena ego saya sebagai lelaki. Wassalam.

 

Sekian

 

 

Feriawan A.N.


Posted at 04:05 pm by feriawan

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry
Namaku Feriawan. Berkarier sebagai aktifis mahasiswa muslim sejak 1996 di Jamaah Shalahuddin UGM sampai lulus. Pernah di HMI, pernah di LABDA Shalahuddin PP Budi Mulia. Sekarang kerja di sebuah BMT di Karanganyar solo. SUdah menikah. Ingin berbagi pengalaman dengan mereka yang masih mencari pujaan hati, di jalan yang Islami.
   

<< February 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed