|
(Episode Pendek Surat untuk Neni) Lima tahun berlalu...........................semenjak Neni menolakku..... Sebuah surat untuknya melayang lewat email. Sebuah surat keselamatan atas pernikahannya. dan bekas luka itu seolah memerih sesaat. Assalamu alaikum wr.rwb. Senang sekali bisa trima Ehm, (sekarang serius).Ada nada yang agak beda dari Mbak tahu, Saya tidak tahu bagaimana dengan mereka, apakah mereka juga merasai demikian ataukah tidak, bahwa saya menerima luka mendalam ketika melepaskan orang-orang yang saya cintai untuk menikah dengan orang lain.Mungkin baru kali ini saya cerita dengan seseorang: anda.Bisa jadi bahwa orang-orang itu tidak pernah tahu, ataupun lebih diliputi perasaan bahagia dengan jodoh mereka daripada dengan saya, yang pasti itu hanya saya rasakan sendiri. Lihat Arif Anwar, sekarang pun saya dan dia sudah tidak ada waktu banyak untuk ngobrol dan komunikasi. Atau siapa lagi yang dah nikah. Yah,,,mereka sudah ada di dunia lain. Istri dan anaknya. Njenengan barangkali dengan suami njenengan. Inilah mungkin perasaan orang tua ketika melepas pernikahan anaknya. Sakit meskipun dia berada tidak jauh dari dia. Yah. Sekalipun begitu, saya sadar sepenuhnya bahwa itu sudah menjadi suratan Allah yang tidak bisa diutik-utik. Mereka menjalankan ibadah, anda menjalankan ibadah, dan saya tidak boleh cemburu sama Allah yang menyatukan mereka-mereka itu dengan lawan jenisnya. Dengan dunianya. Kepada anda, saya ucapkan selamat berpisah, karena saya yakin segalanya pasti berbeda dan tidak bisa seperti dulu lagi. Tidak bisa lagi membuat anda menangis, tidak bisa membuat anda sebel, tidak bisa ngerjain anda lagi, tidak bisa bentrok lagi sama anda, tidak bisa nesu-nesuan lagi. Dan saya akan menjadi orang yang menipu diri saat berpapasan dengan anda untuk menyapa dan basa-basi tanpa ada lagi keisengan, karena menghormati suami anda. Selamat berpisah dan semoga berbahagia. Mohon maaf yang sangat mendalam selama umur saya bersama dengan anda, dan percayalah saya sungguh merasa kehilangan dengan anda sebagaimana kehilangan orang-orang yang dekat dengan saya.(kalau soal anda tidak jodoh dengan saya, itu sudah saya pahami sejak lama, tidak perlu dijlentrehkan pun saya paham)Selamat datang di dunia anda yang baru.Dan selamat jalan. Saya masih menunggu pengalaman-pengalaman yang Njenengan punyai besok, dengan sangat senang hati saya akan mendengarkan kalo anda mau share, walaupun saya tahu kalo saya agak berat untuk share dengan anda, baik karena status anda maupun karena ego saya sebagai lelaki. Wassalam. Sekian
Feriawan A.N. |
| Leave a Comment: |